Cara Mengobati Gejala Covid

Dalam revisi tersebut Kemenkes menambah kategori kelompok Orang Tanpa Gejala . OTG merupakan seseorang yang tidak memiliki gejala namun memiliki risiko yang telah tertular dari orang yang positif COVID-19. Dimana, OTG ini memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi atau pasien positif COVID-19.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain. Pasien bisa diminta melakukan isolasi mandiri di rumah jika gejala yang muncul tak terlalu berat dan tidak ada penyakit penyerta yang berbahaya. Keberadaan penyakit penyerta, misalnya kadar kolesterol tinggi dan diabetes, bisa memperparah kondisi pasien yang terjangkit Covid-19. Jika dokter menilai tak memungkinkan bagi pasien untuk menjalani isolasi sendiri, pasien akan dimasukkan ke ruang perawatan di rumah sakit agar mendapat penanganan intensif. Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat. Gejala awalinfeksi COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering,sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak atau berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut di atas muncul ketikatubuh bereaksi melawan virus COVID-19.

Fakta tersebut disampaikan oleh dr Dirga Sakti Rambe, selaku ahli vaksin di OMNI Hospitals Pulomas. Meskipun tidak ada cukup information untuk mengatakan vaksin sepenuhnya memulihkan indra ini, dia mengatakan bahwa kasus ini adalah tanda positif. Dikutip Times of India, gejala ini menjadi sesuatu yang sulit untuk diatasi dan dapat membuat stres pasien secara psikologis.

Cara menyembuhkan Covid

Asuransi Traveloka yang bekerjasama dengan Astra Life memberikan perlindungan menyeluruh, termasuk penyakit yang disebabkan oleh COVID-19 lewat produk AVA iFamily Protection. Berada dalam keramaian atau sekelompok orang membuat kamu akan berpeluang menularkan atau tertular virus COVID-19. Keramaian disini termasuk tempat beribadah karena kamu mungkin harus duduk atau berdiri berdekatan dengan jemaat lain.

Jika hasil tes Anda positif, lakukan isolasi mandiri dan jangan berhubungan dengan siapa pun sampai laporan Anda negatif. • Tetaplah tinggal di rumah dan lakukan isolasi mandiri meskipun hanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit kepala, dan demam ringan sampai Anda sembuh. Jika Anda harus meninggalkan rumah, kenakan masker untuk menghindari penularan ke orang lain. Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi mereka dari kemungkinan penularan COVID-19 dan virus lainnya. Sekali lagi, kami menekankan untuk TIDAK mengkonsumsi obat keras bila tidak disertai resep dokter. Selain itu, hal ini bisa menyebabkan kurangnya suplai obat bagi orang yang benar-benar membutuhkan.

Satu-satunya cara bisa sembuh dari virus corona, berdasarkan pengalamannya, yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau imun di dalam diri. Sebab semua orang berpeluang terinfeksi virus corona, pun ia yang sudah mendapatkan suntikan vaksinasi virus corona tetap harus waspada. Di Israel misalnya, sebanyak 240 warga yang telah disuntik vaksin corona bahkan dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 (3/1). Ada juga penderita COVID-19 lain yang mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pilek, atau diare. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak spesifik mengarahkan kepada infeksi Virus Corona. Kementerian Kesehatan telah merevisi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19).

Kondisi tersebut biasa muncul dalam jangka waktu dua hingga 14 hari setelah infeksi. Antibiotik tidak efektif melawan virus; antibiotik hanya efektif melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak efektif melawan COVID-19. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai upaya pencegahan atau pengobatan COVID-19. Di rumah sakit, dokter kadang-kadang akan menggunakan antibiotik untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri sekunder yang dapat menjadi komplikasi COVID-19 pada pasien yang sakit serius. Antibiotik hanya boleh digunakan sesuai dengan anjuran dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

Seperti yang diketahui lebih baik mencegah dari pada mengobati, karena penyesalan selalu datang di akhir. Dalam keterangan tertulis itu juga disebutkan bahwa produk yang mengandung Phellodendron, hingga saat ini belum memiliki information uji Randomized Controlled Trial untuk penggunaannya dalam penanganan pasien COVID-19. “Data yang tersedia baru sebatas penggunaan empiris, sehingga melarang obat tradisional dan suplemen kesehatan mengandung Phellodendron, karena dapat menyebabkan iritasi ginjal dan nefrotoksik,” katanya. Untuk kasus lebih parahnya, gangguan pankreas salah satu gejala kanker pankreas. Biasanya ditandai dengan nyeri tumpul di perut bagian atas, punggung tengah, dan sakit punggung sebelah kiri. Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona (SARS-CoV-2) pun masih bisa menularkan Covid-19 ke orang lain.

Jika Anda berada di wilayah terjangkit COVID-19, Anda harus serius menghadapi risiko tersebut. Selalu jaga kesehatan dan perhatikan informasi dan saran dari pihak kesehatan yang berwenang. Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.

Premaun